Langsung ke konten utama

BERSATU KARENA INJIL

Bacaan Injil, Kamis 25 Mei 2023
Yohanes, 17:20 - 26

Bacaan hari ini merupakan rangkaian doa Yesus bagian terakhir untuk murid-murid-Nya dan juga bagi kita semua yang setia menjalankan firman-Nya.

Hari ini Yesus berdoa memohon Kesatuan diantara orang percaya sehingga dunia melihat kesaksian mereka dan menjadi percaya bahwa Allah yang mengutus Yesus Kristus, Putera Allah.

Pada bagian ini, Yesus menginginkan dunia percaya agar diselamatkan dan dpersatukan kembali dengan Bapa. Para murid diberi misi untuk memberitakan Injil dan mempraktekan dalam persekutuan orang percaya. Persekutuan dan persatuan orang percaya itu dimulai dari persekutuan Allah Tritunggal (ay. 23). Kerinduan Yesus adalah supaya dimana pun Dia berada, mereka dapat merasakan kehadiran diri-Nya ( ay. 24). "Dimana dua atau tiga orang berada dalam nama-Ku  disitu Aku hadir." 

Yesus menginginkan semua pengikut-Nya untuk bersatu agar dunia pun  dikalahkan. Persatuan umat Allah yang percaya dapat terwujud apabila kita menghilangkan kepentingan kelompok dan individu. Dengan demikian, kita semua akan memperoleh kasih  karunia Allah.

Kita diharapkan agar jangan menjadi pengkianat dalam persekutuan bersama Allah Tritunggal, menjadi pecundang yang menyangkal akan kebenaran Ilahi hanya demi nafsu duniawi. 

Marilah kita semua bersatu karena Injil, karya pewartaan Tuhan àgar dunià ditaklukàn bagi kemuliaan Tritunggal dan kita semua pwngiku Kristua

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA MEREKA TIDAK BERPUASA ?

Bacaan Injil Hari Jumat, 24 Februari 2023 Matius, 9 : 14 - 15 Bacaan hari ini, tentu membuat kita terkejut dengan jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid Yohanes soal murid-murid-Nya yang tidak berpuasa padahal hari itu seharusnya berpuasa menurut hukum taurat. Menurut hukum taurat bahwa ada hari dimana yang dinamakan hari Raya perdamaian maka semua orang Yahudi harus berpuasa. ( Im. 16:29; 23: 27-32 ). Menarik dalam perikop ini dikatakan juga " Orang Farisi " ( ay. 14).  Siapa itu orang Farisi, kita semua tentu tahu. Pertanyaan murid-murid Yohanes mengingatkan kita semua, bacaan yang diwartakan saat Hari Rabu Abu tentang sikap berpuasa. " Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu (Mat. 6:16-17). " Dengan kata lain dalam kaitan dengan perikop bacaan hari ini, kalau kita berpuasa janganlah kita mengatakan bahwa " saya lagi berpuasa " kenapa kamu tidak ? Jawaban Yesus pada perikop ini hendak membuka mata murid-murid Yohanes bahwa yang lebih utama d...

SETIAP PENGORBANAN UNTUK TUHAN AKAN DIHARGAI

Bacaan Injil Selasa, 30 Mei 2023 Markus, 10:28-31 Bacaan hari ini adalah kelanjutan dari perikop sebelumnya tentang Orang kaya sukar masuk Surga.  ( Mrk. 17:1-27 ) Dimana seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal. Semua perintah Allah telah dituruti. Namun saat dimana Yesus meminta untuk menjual seluruh harta dan berilah kepada orang miskin dan setelah itu mengikuti Dia, namun sayang orang kaya itu pergi dengan sedih karena hartanya banyak. Ia tidak dapat melakukannya. Bila si orang kaya tidak bersedia melepas hartanya untuk mengikut Yesus, maka para murid telah meninggalkan segala sesuatu demi Yesus. Lalu adakah keuntungan bagi para murid yang telah melakukan semua itu? Yesus menjelaskan bahwa segala pengorbanan bagi Tuhan akan dihargai ( ayat 30  ). Mereka yang harus kehilangan sesuatu karena mengikut Kristus, akan menerima balasan berlipat kali ganda sebagai ganti dari semua kehilangan yang diderita. Meski yang kehilangan bersifat fisik atau materi, tetapi kita be...

Kesetiaan dan Pengorbanan

                                  Sabtu, 13 Juli 2024                                        Matius, 10:24-33 Matius 10:24-33 berisi ajaran Yesus kepada para murid-Nya tentang pengorbanan dan kesetiaan dalam mengikuti-Nya. Dalam ayat ini, Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka tidak akan lebih besar dari guru mereka dan bahwa mereka harus siap menghadapi kesulitan dan penolakan karena iman mereka. Yesus juga menekankan pentingnya kesetiaan kepada-Nya meskipun dihadapkan pada tekanan dan penganiayaan.   Ayat-ayat ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam iman, meskipun menghadapi rintangan dan penolakan dari dunia. Kesetiaan kepada Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita, bahkan jika itu berarti menghadapi penderitaan atau kehilan...