Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

“Menegur dalam Kasih, Memulihkan dalam Persaudaraan”

  Dalam Injil Matius 18:15-20, Yesus mengajarkan bagaimana kita menghadapi saudara yang melakukan kesalahan. Yesus mengajak kita untuk tidak langsung menghakimi atau membicarakannya kepada orang lain, tetapi terlebih dahulu menegurnya secara pribadi dengan kasih. Jika belum berhasil, barulah melibatkan orang lain dan komunitas. Yesus juga mengingatkan bahwa ketika dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Ia hadir di tengah-tengah mereka. Dalam kehidupan bersama, perbedaan dan kesalahan adalah hal yang bisa terjadi. Kadang-kadang ketika seseorang melakukan kesalahan, kita lebih mudah membicarakannya kepada orang lain daripada menegurnya secara langsung. Injil hari ini mengajarkan bahwa menegur bukan berarti membenci, tetapi merupakan bentuk kasih dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai umat, kita diajak untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang baik, bukan dengan gosip, kemarahan, atau saling menyalahkan. Ketika menegur, kita perlu melakukannya dengan hati yang lembut dan tu...

''KELUARGA SEJATI MENURUT YESUS''

Dalam Injil Markus 3:35, Yesus berkata, “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dan dialah ibu-Ku.” Ayat ini mengajarkan bahwa keluarga sejati tidak hanya ditentukan oleh hubungan darah, tetapi oleh ketaatan kepada kehendak Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa dekat dengan orang-orang tertentu karena ikatan keluarga atau kebiasaan, tetapi Yesus mengajak kita untuk membangun hubungan yang lebih dalam melalui kasih, ketaatan, dan perbuatan baik. Saat kita berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan seperti mengasihi, mengampuni, dan peduli kepada sesama kita sedang membangun keluarga rohani yang saling menguatkan dan mendukung dalam iman. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende

''MENYAMBUT TUGAS TUHAN DENGAN KERENDAHAN HATI''

Dalam injil lukas 10:2, Yesus berkata, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Sebab itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Ayat ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan Tuhan di dunia ini sangat banyak, tetapi banyak orang yang belum siap atau belum mau terlibat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa tidak mampu atau ragu untuk ikut berperan dalam pekerjaan Tuhan. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk merendahkan hati, memohon kepada Tuhan, dan bersedia menjadi alat-Nya. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membantu sesama, berbagi kebaikan, atau menjadi teladan yang baik. Saat kita membuka hati untuk melayani, kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui kita untuk membawa kebaikan bagi dunia. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende