Langsung ke konten utama

AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP

Bacaan Injil Rabu, 3 Mei 2023q

Yohanes,14:6-14

Setelah Yesus menyatakan diri-Nya adalah Pintu, Gembala yang baik dan pada hari ini adalah sebagai Jalan,Kebenaran dan Hidup. 

Kristus memberi pengaharapan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Ia meneguhkan kita semua untuk tidak gelisah apabila ajal menjemput. Tuhan akan menuntun kita melewati jalan yang benar untuk memperoleh kehidupan Kekal. 

Jalan menekankan pada tindakan untuk selalu disiplin ke arah yang dituju. Seorang yang berjalan dalam "kebenaran" dan "hidup" harus membentengi diri  dengan nilai-nilai kebenaran itu sendiri.

Kebenaran merujuk pada perintah untuk percaya dan menunjukkan bahwa pengikut Kristus akan menyerahkan dirinya  kepada orang yang ia Percaya.

Dan hidup adalah gambaran atas berbagai cobaan hidup. Semua kebenaran adalah Kebenaran Allah karena semua kehidupan adalah kehidupan Allah.

Kita kadangkala lebih senang jalan pintas namun justru menyesatkan dan menuju penderitaan. Namun, Tuhan selalu setia menuntun kita semua agar tidak salah jalan.

Kadang kita sama seperti Thomas, yang belum mengenal dengan sungguh-sungguh siapa itu Yesus. Kita tidak mendengar suara Firman-Nya, kita terlalu memikirkan hal-hal duniawi sehingga Jalan dan Kebenaran dan Hidup yang selalu bersama kita setiap hari tak dikenal. Roh Tuhan yang menggerakkan hati dan menuntun jalan yang benar diabaikan lantaran jalan pintas yang ingin kita pakai.

Tuhan ampunilah kami, karena lebih senang mengambil jalan pintas





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"HATI YANG SEDERHANA MEMBUKA JALAN UNTUK MELIHAT TUHAN"

Luk 10:21-24 ' 'Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.''  Yesus bersukacita karena Bapa menyatakan kebenaran kepada “orang kecil” mereka yang berhati sederhana dan mau menerima. Pada ayat ini mengingatkan kita semua bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan atau kepintaran, tetapi Tuhan mencari hati yang rendah dan terbuka. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering melewati tanda-tanda kebaikan Tuhan karena terlalu sibuk atau merasa mampu sendiri. Namun, saat kita merendahkan hati, belajar percaya, dan melihat hidup dengan kesederhanaan, kita mulai menyadari bahwa Tuhan hadir dalam hal-hal kecil: dalam pertolongan orang lain, kedamaian di tengah masalah, dan kekuatan untuk melanjutkan langkah. Hati yang sederhana membuat kita mampu melihat Tuhan bekerja dalam hidup kita setiap h...

''MENYAMBUT TUGAS TUHAN DENGAN KERENDAHAN HATI''

Dalam injil lukas 10:2, Yesus berkata, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Sebab itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Ayat ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan Tuhan di dunia ini sangat banyak, tetapi banyak orang yang belum siap atau belum mau terlibat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa tidak mampu atau ragu untuk ikut berperan dalam pekerjaan Tuhan. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk merendahkan hati, memohon kepada Tuhan, dan bersedia menjadi alat-Nya. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membantu sesama, berbagi kebaikan, atau menjadi teladan yang baik. Saat kita membuka hati untuk melayani, kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui kita untuk membawa kebaikan bagi dunia. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende

''KELUARGA SEJATI MENURUT YESUS''

Dalam Injil Markus 3:35, Yesus berkata, “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dan dialah ibu-Ku.” Ayat ini mengajarkan bahwa keluarga sejati tidak hanya ditentukan oleh hubungan darah, tetapi oleh ketaatan kepada kehendak Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa dekat dengan orang-orang tertentu karena ikatan keluarga atau kebiasaan, tetapi Yesus mengajak kita untuk membangun hubungan yang lebih dalam melalui kasih, ketaatan, dan perbuatan baik. Saat kita berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan seperti mengasihi, mengampuni, dan peduli kepada sesama kita sedang membangun keluarga rohani yang saling menguatkan dan mendukung dalam iman. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende