Langsung ke konten utama

Kesetiaan yang Menuntut Pengorbanan dalam Mengikuti Kristus

 

                    
                                   Senin, 16 Juli 2024
                                    Matius, 10:34-11:1


Bacaan dari Injil Matius 10:34-11:1 menyoroti tentang betapa Kristus datang untuk membawa perdamaian yang sejati, namun bukan perdamaian semata. Hal ini menekankan bahwa pilihan untuk mengikut Kristus mungkin juga akan membawa percabutan dan ketidaksepakatan dari orang-orang terdekat kita. Teks ini menekankan pentingnya kesetiaan kepada Kristus bahkan di tengah penderitaan dan penolakan manusia. Renungan ini mengajak kita untuk merenungkan tentang pentingnya mengesampingkan kepentingan duniawi dan kesediaan untuk mengorbankan segala hal bagi Kristus. Ini juga menekankan tentang pentingnya memprioritaskan relasi kita dengan Kristus di atas segalanya, meskipun itu bisa membawa suatu pembelahan dalam relasi manusiawi. Secara pribadi, kita di ingatkan tentang pentingnya kesetiaan dan keterlibatan penuh kita sebagai murid Kristus, atau menerima risiko pemisahan dan penolakan yang mungkin terjadi. Hal ini juga merangsang untuk merenungkan tentang bagaimana kita bisa lebih konsisten dalam ketulusan dan kesetiaan kita kepada Kristus.

 

Oleh : Maria Emerensiana Depa
Mahasiswi STIPAR, Praktek Paroki Onekore

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"HATI YANG SEDERHANA MEMBUKA JALAN UNTUK MELIHAT TUHAN"

Luk 10:21-24 ' 'Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.''  Yesus bersukacita karena Bapa menyatakan kebenaran kepada “orang kecil” mereka yang berhati sederhana dan mau menerima. Pada ayat ini mengingatkan kita semua bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan atau kepintaran, tetapi Tuhan mencari hati yang rendah dan terbuka. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering melewati tanda-tanda kebaikan Tuhan karena terlalu sibuk atau merasa mampu sendiri. Namun, saat kita merendahkan hati, belajar percaya, dan melihat hidup dengan kesederhanaan, kita mulai menyadari bahwa Tuhan hadir dalam hal-hal kecil: dalam pertolongan orang lain, kedamaian di tengah masalah, dan kekuatan untuk melanjutkan langkah. Hati yang sederhana membuat kita mampu melihat Tuhan bekerja dalam hidup kita setiap h...

''MENYAMBUT TUGAS TUHAN DENGAN KERENDAHAN HATI''

Dalam injil lukas 10:2, Yesus berkata, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Sebab itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Ayat ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan Tuhan di dunia ini sangat banyak, tetapi banyak orang yang belum siap atau belum mau terlibat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa tidak mampu atau ragu untuk ikut berperan dalam pekerjaan Tuhan. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk merendahkan hati, memohon kepada Tuhan, dan bersedia menjadi alat-Nya. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membantu sesama, berbagi kebaikan, atau menjadi teladan yang baik. Saat kita membuka hati untuk melayani, kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui kita untuk membawa kebaikan bagi dunia. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende

''KELUARGA SEJATI MENURUT YESUS''

Dalam Injil Markus 3:35, Yesus berkata, “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dan dialah ibu-Ku.” Ayat ini mengajarkan bahwa keluarga sejati tidak hanya ditentukan oleh hubungan darah, tetapi oleh ketaatan kepada kehendak Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa dekat dengan orang-orang tertentu karena ikatan keluarga atau kebiasaan, tetapi Yesus mengajak kita untuk membangun hubungan yang lebih dalam melalui kasih, ketaatan, dan perbuatan baik. Saat kita berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan seperti mengasihi, mengampuni, dan peduli kepada sesama kita sedang membangun keluarga rohani yang saling menguatkan dan mendukung dalam iman. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende