Langsung ke konten utama

BELAJAR MEMAHAMI AJARAN TUHAN

 


Bacaan Injil Kamis, 27 Juli 2023
Matius, 13:10-17


Bacaan hari ini masih tentang seorang Penabur.
Kenyataan bahwa murid-murid yang selalu mengikuti Yesus dalam perjalanan mewaratakan Kabar Sukacita belum sesungguhnya memahami akan cara mengajar Yesus yang adalah Guru mereka. Murid-murid Yesus bingung akan perumpamaan yang diberikan-Nya kepada orang-orang banyak itu. Mereka tau bahwa orang-orang itu pasti tidak memahami apa yang dikatakan Gurunya dalam perumpamaan itu. Dalam ketidakmengertian dengan cara ini, mereka ingin tau maksud dan tujuannya pada Gurunya. " Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan" (Mat.13:10)

Semua kita memiliki kesempatan untuk diselamatkan, sebab Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan semua manusia di dunia. Dan semua orang telah mendengar berita Injil (mendapat keselamatan mendengar berita karunia keselamatan) mereka sebenarnya " sudah dipanggil" menjadi murid-murid Tuhan Yesus Kristus. Namun tidak semua orang mendengar. 
Bagi yang telah mendengar dan melihat dan mengikuti Dia akan memperoleh karunia pengertian berlimpah. Sedangkan yang tidak mau mendengarkan-Nya maka apa yang dimiliki akan diambil semuanya.

Tuhan sungguh baik, bagaimana Ia memberi kabar Sukacita keselamatan melalui cara-cara hidup, budaya kita agar dimengerti dan memperoleh keselamatan. Namun, telinga dan mata mereka tetap buta dan Tuli

Marilah kita membuka mata hati dan telinga agar dapat memahami kabar keselamatan Tuhan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"HATI YANG SEDERHANA MEMBUKA JALAN UNTUK MELIHAT TUHAN"

Luk 10:21-24 ' 'Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.''  Yesus bersukacita karena Bapa menyatakan kebenaran kepada “orang kecil” mereka yang berhati sederhana dan mau menerima. Pada ayat ini mengingatkan kita semua bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan atau kepintaran, tetapi Tuhan mencari hati yang rendah dan terbuka. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering melewati tanda-tanda kebaikan Tuhan karena terlalu sibuk atau merasa mampu sendiri. Namun, saat kita merendahkan hati, belajar percaya, dan melihat hidup dengan kesederhanaan, kita mulai menyadari bahwa Tuhan hadir dalam hal-hal kecil: dalam pertolongan orang lain, kedamaian di tengah masalah, dan kekuatan untuk melanjutkan langkah. Hati yang sederhana membuat kita mampu melihat Tuhan bekerja dalam hidup kita setiap h...

''MENYAMBUT TUGAS TUHAN DENGAN KERENDAHAN HATI''

Dalam injil lukas 10:2, Yesus berkata, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Sebab itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Ayat ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan Tuhan di dunia ini sangat banyak, tetapi banyak orang yang belum siap atau belum mau terlibat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa tidak mampu atau ragu untuk ikut berperan dalam pekerjaan Tuhan. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk merendahkan hati, memohon kepada Tuhan, dan bersedia menjadi alat-Nya. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membantu sesama, berbagi kebaikan, atau menjadi teladan yang baik. Saat kita membuka hati untuk melayani, kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui kita untuk membawa kebaikan bagi dunia. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende

''KELUARGA SEJATI MENURUT YESUS''

Dalam Injil Markus 3:35, Yesus berkata, “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dan dialah ibu-Ku.” Ayat ini mengajarkan bahwa keluarga sejati tidak hanya ditentukan oleh hubungan darah, tetapi oleh ketaatan kepada kehendak Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa dekat dengan orang-orang tertentu karena ikatan keluarga atau kebiasaan, tetapi Yesus mengajak kita untuk membangun hubungan yang lebih dalam melalui kasih, ketaatan, dan perbuatan baik. Saat kita berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan seperti mengasihi, mengampuni, dan peduli kepada sesama kita sedang membangun keluarga rohani yang saling menguatkan dan mendukung dalam iman. Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende