Langsung ke konten utama

Postingan

ANGKATAN YANG JAHAT

  Bacaan Hari Rabu, 01 Maret 2023 Lukas, 11 : 29 - 32 ------------------------------------------------- Cerita tentang nabi Yunus sudah familiar bagi kita orang Katolik. Bagaimana Yunus, perintah TUHAN untuk pergi ke Niniwe untuk menasihati orang-orang disana atas kejahatan tetapi justru ia (Yunus) ingin melarikan diri ke Tarsis. Dengan kata lain tidak mengindahkan perintah Tuhan.  Dan dalam pelayaran pelariannya menuju Tarsis, justru Tuhan mengirimkan angin ribut. Menjadi kebiasaan orang dijaman itu dan juga masih dipahami oleh beberapa masyarakat kita, kalau kejadian yang tidak ada sebab-musabab pasti ada orang yang membuat pelanggaran sehingga musibah bisa terjadi. Maka orang tersebut harus disingkirkan. Dalam karya Pewartaan Yesus tentang diri-Nya masih menimbulkan keraguan bagi orang-orang dijaman itu. Mujizat, Firman-Firman yang diwartakan belum cukup meyakinkan mereka hingga saat dimana mereka akhirnya berencana untuk menyingkirkan sang Mesias. Untuk meyakini mereka, me...

DOA PALING SEMPURNAH

Bacaan Injil Hari Selasa, 28 Februari 2023 Matius, 6 : 7 - 15 --------------------------- Hari ini penginjil Matius menyadarkan kepada kita semua bahwa Tuhan Yesus Kristus telah mewariskan doa yang paling sempurnah buat kita pengikut-Nya di jaman ini. Doa Bapa kami yang hampir setiap hari diucapkan. Namun kadang dalam mengucapkan doa ini akhirnya kehilangan maknanya lantaran ucapan kita bukan dari hati melainkan karena diucapkan bersama-sama bagaikan air mengalir tanpa arah. Bapa kami yang ada di Surga. Menjadi ungkapan seorang anak yang menyapa bapanya dan ingin berdialog dengan hati. Bapa (Allah) yang jauh disurga  kita meminta dengan rendah hati agar menjadi dekat. Dikuduskanah nama-Mu menyatakan sungguh-sungguh kita mengakui Allah yang telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Kudus dalam Putera-Nya Yesus Kristus. Kita mengakui Tuhan sebagai Allah yang hidup, aktif dan berperan dalam hidup manusia. Datanglah Kerajaan-Mu  sebagai pengakuan kita bahwa Allah adalah Raja at...

KAMBING ATAU DOMBA ?

Bacaan hari senin, 27 Februari 2023 Matius, 25 : 31 - 466 Hari ini, Senin Minggu Prapaska pertama  kita semua diingatkan akan "  PENGHAKIMAN TERAKHIR " Dalam penghakiman terakhir tidak ada kuasa hukum/ pembela/pengacara. Tidak ada pula naik banding sebagaima di dunia ini.  Penghakiman terakhir sungguh terjadi penuh kedasyatan  semua akan dikumpulkan, baik itu kita yang menganggap diri sebagai orang benar maupun kita yang menganggap orang lain tidak benar atau sebaliknya. " Anak manusia datang dalam kemuliaan -Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-nya. Lalu mengumpulkan semua bangsa dan Ia akan memisahkan domba dari kambing.  "(Mat. 25:31-32) untuk diadili.  Lalu Dia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. (Ay. 34 ) Apa yang akan dilakukan oleh Raja, hakim segala hakim : Domba-Domba itu disapa dengan " diberkati " oleh Bapa (Tuhan), terimalah Kerajaan (...

YESUS MEMANGGIL ORANG BERDOSA

 Bacaan Hari Sabtu, 25 Februari 2023 Lukas, 5 : 27 - 32 Bacaan hari ini, Penginjil Lukas mengisahkan tentang bagaimana Lewi, seorang petugas pemungut cukai di panggil Yesus. " Ikutlah Aku ! " bagaikan sebuah kata penuh kekuatan gaib, yang mungkin sekarang kita kenal kata " Hipnotis. "    Lewi pun tanpa mengetahui apa maksud dengan panggilan itu, lalu mengikuti begitu saja Yesus. Dengan meninggalkan segala sesuatu oleh Lewi, menunjukkan kepada kita bahwa mendengar panggilan Tuhan, membiarkan Roh Tuhan berkarya didalam diri adalah sikap yang Tuhan inginkan. Suatu sikap pertobatan yang ditunjukkannya Lewi, seorang pemungut cukai, kepada kita semua. Lewi meninggalkan hal duniawi, meninggalkan apa yang zaman itu seorang pemungut cukai dibenci dan dianggap sebagai orang berdosa karena mereka ini bekerja untuk kaiser Romawi yang dibenci masyarakat, mereka berlaku kejam dan tidak adil saat memungut cukai dan sebagai seorang koruptor. Justru orang yang demikianlah yang disap...

MENGAPA MEREKA TIDAK BERPUASA ?

Bacaan Injil Hari Jumat, 24 Februari 2023 Matius, 9 : 14 - 15 Bacaan hari ini, tentu membuat kita terkejut dengan jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid Yohanes soal murid-murid-Nya yang tidak berpuasa padahal hari itu seharusnya berpuasa menurut hukum taurat. Menurut hukum taurat bahwa ada hari dimana yang dinamakan hari Raya perdamaian maka semua orang Yahudi harus berpuasa. ( Im. 16:29; 23: 27-32 ). Menarik dalam perikop ini dikatakan juga " Orang Farisi " ( ay. 14).  Siapa itu orang Farisi, kita semua tentu tahu. Pertanyaan murid-murid Yohanes mengingatkan kita semua, bacaan yang diwartakan saat Hari Rabu Abu tentang sikap berpuasa. " Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu (Mat. 6:16-17). " Dengan kata lain dalam kaitan dengan perikop bacaan hari ini, kalau kita berpuasa janganlah kita mengatakan bahwa " saya lagi berpuasa " kenapa kamu tidak ? Jawaban Yesus pada perikop ini hendak membuka mata murid-murid Yohanes bahwa yang lebih utama d...

APAKAH MAU MENGIKUTI DIA ?

 Bacaan Injil hari Kamis, 23 Februari 2023 Lukas, 9 : 22 - 27 Sehari setelah kita ditandai dengan "Abu" di dahi sebagai simbol masa pertobatan. Kita diberi waktu selama 40 hari untuk bersedekah, berdoa dan berpuasa sebagai ungkapan pertobatan oleh Tuhan dalam Gereja-Nya, Yesus kini ingin mengetahui sejauhmana kesungguhan, ketulusan hati untuk mengikuti-Nya. Bacaan hari ini yang diwartakan oleh penginjil Lukas sungguh menantang para murid yang telah lama mengikuti DIA dan juga kita di jaman ini yang juga sejak kecil dibaptis sekaligus menjadi murid Kristus. Mengikuti Dia bukan sekedar saat dalam kesenangan, kegembiraan tetapi bagaimana kita TETAP SETIA saat dimana DIA mengalami kesusahan, kesengsaraan bahkan dianiaya bahkan tak berdaya.  Maka saat dimana Yesus menyampaikan akan datang saat dimana " Anak Manusia " harus mengalami penderitaan bahkan dibunuh sejauhmana kesetiaan murid-murid-Nya saat itu (kita saat sekarang ) terhadap diri-Nya.  Mau mengikuti Dia berarti...

ASAL USUL RABU ABU

  Hari ini Gereja Katolik memasuki masa Prapaskah yang ditandai dengan penerimaan Abu. Penggunaan abu dalamLiturgi Rabu Abu ini berasal dari Perjanjian Lama, dimana abu menjadi lambang perkabungan, rasa sesal dan juga pertobatan ( Ayub 42:6; Ester 4:1; Yunus 3:5-6; Daniel8 :3  ).  Yesus juga sudah  menyinggung tentang pemakaian abu yang ditujukan untuk kota yang menolak melakukan pertobatan dari dosa walau sudah melihat sendiri mujisat secara nyata dan mendengar Kabar Gembira (  Markus 6:11 ).  Pada Abad Sebelum 5 Masehi Gereja perdana menggunakan abu sebagai simbolis yang juga serupa. Tertulianus  menulis bukunya yakni " De Poenitentia " sekitar tahun 160 - 220, jika pendosa mau bertobat harus hidup tanpa bersenang-senang dan mengenakan kain kabung serta abu. Sejarawan Gereja perdana juga menulis dalam bukunya yakni " Sejarah Gereja " jika ada seorang murtad bernama Natalis yang datang pada Paus Zephyrinus dengan mengenakan kain kabung serta abu lalu...