Langsung ke konten utama

Mengampuni Tanpa Batas, Mengasihi Sepenuh Hati

 


Saudara-saudari terkasih, Petrus pernah bertanya kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?” Ia pikir mengampuni tujuh kali sudah cukup banyak. Namun Yesus menjawab, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.” Artinya, pengampunan itu tidak boleh dibatasi oleh hitungan. Yesus lalu menceritakan perumpamaan tentang hamba yang diampuni utangnya oleh tuannya, tetapi ia sendiri tidak mau mengampuni orang yang berutang kepadanya. Dari kisah ini kita diingatkan bahwa kita pun adalah orang berdosa yang telah diampuni Tuhan begitu besar, sehingga kita juga harus mau mengampuni orang lain, sekecil apa pun kesalahannya terhadap kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering sulit mengampuni karena hati masih dikuasai sakit hati atau dendam. Namun Yesus mengajak kita untuk mengampuni dengan tulus, bukan karena orang itu layak, melainkan karena kasih Tuhan yang sudah lebih dahulu mengampuni kita. Pengampunan membebaskan hati kita dari beban dan membuka jalan bagi damai sejahtera. Jika kita mau terus belajar mengampuni, keluarga akan menjadi lebih rukun, persahabatan menjadi lebih erat, dan hidup kita akan lebih bahagia karena tidak ada lagi ruang untuk dendam.


Merry Video
Mahasiswi STIPAR Ende


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA MEREKA TIDAK BERPUASA ?

Bacaan Injil Hari Jumat, 24 Februari 2023 Matius, 9 : 14 - 15 Bacaan hari ini, tentu membuat kita terkejut dengan jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid Yohanes soal murid-murid-Nya yang tidak berpuasa padahal hari itu seharusnya berpuasa menurut hukum taurat. Menurut hukum taurat bahwa ada hari dimana yang dinamakan hari Raya perdamaian maka semua orang Yahudi harus berpuasa. ( Im. 16:29; 23: 27-32 ). Menarik dalam perikop ini dikatakan juga " Orang Farisi " ( ay. 14).  Siapa itu orang Farisi, kita semua tentu tahu. Pertanyaan murid-murid Yohanes mengingatkan kita semua, bacaan yang diwartakan saat Hari Rabu Abu tentang sikap berpuasa. " Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu (Mat. 6:16-17). " Dengan kata lain dalam kaitan dengan perikop bacaan hari ini, kalau kita berpuasa janganlah kita mengatakan bahwa " saya lagi berpuasa " kenapa kamu tidak ? Jawaban Yesus pada perikop ini hendak membuka mata murid-murid Yohanes bahwa yang lebih utama d...

SETIAP PENGORBANAN UNTUK TUHAN AKAN DIHARGAI

Bacaan Injil Selasa, 30 Mei 2023 Markus, 10:28-31 Bacaan hari ini adalah kelanjutan dari perikop sebelumnya tentang Orang kaya sukar masuk Surga.  ( Mrk. 17:1-27 ) Dimana seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal. Semua perintah Allah telah dituruti. Namun saat dimana Yesus meminta untuk menjual seluruh harta dan berilah kepada orang miskin dan setelah itu mengikuti Dia, namun sayang orang kaya itu pergi dengan sedih karena hartanya banyak. Ia tidak dapat melakukannya. Bila si orang kaya tidak bersedia melepas hartanya untuk mengikut Yesus, maka para murid telah meninggalkan segala sesuatu demi Yesus. Lalu adakah keuntungan bagi para murid yang telah melakukan semua itu? Yesus menjelaskan bahwa segala pengorbanan bagi Tuhan akan dihargai ( ayat 30  ). Mereka yang harus kehilangan sesuatu karena mengikut Kristus, akan menerima balasan berlipat kali ganda sebagai ganti dari semua kehilangan yang diderita. Meski yang kehilangan bersifat fisik atau materi, tetapi kita be...

Kesetiaan dan Pengorbanan

                                  Sabtu, 13 Juli 2024                                        Matius, 10:24-33 Matius 10:24-33 berisi ajaran Yesus kepada para murid-Nya tentang pengorbanan dan kesetiaan dalam mengikuti-Nya. Dalam ayat ini, Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka tidak akan lebih besar dari guru mereka dan bahwa mereka harus siap menghadapi kesulitan dan penolakan karena iman mereka. Yesus juga menekankan pentingnya kesetiaan kepada-Nya meskipun dihadapkan pada tekanan dan penganiayaan.   Ayat-ayat ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam iman, meskipun menghadapi rintangan dan penolakan dari dunia. Kesetiaan kepada Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita, bahkan jika itu berarti menghadapi penderitaan atau kehilan...