Langsung ke konten utama

Hidup Layak sebagai Tamu dalam Kerajaan Allah i

 

Matius 22:1-14

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang perjamuan kawin yang disiapkan raja. Banyak orang yang diundang, tetapi mereka menolak dan bahkan ada yang berlaku kasar terhadap para utusan. Akhirnya raja mengundang semua orang dari jalanan, baik yang jahat maupun yang baik, supaya ruang perjamuan penuh. Namun, ada satu orang yang tidak mengenakan pakaian pesta dan akhirnya dikeluarkan.

Melalui kisah ini Yesus ingin menegaskan bahwa Allah selalu mengundang kita masuk ke dalam perjamuan kasih-Nya. Semua orang diundang, tanpa terkecuali. Tetapi undangan itu menuntut sikap yang layak, yaitu hati yang siap, iman yang hidup, dan perbuatan yang nyata. Tidak cukup hanya hadir, tetapi kita harus mengenakan “pakaian pesta,” yakni hidup yang selaras dengan kehendak Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menerima undangan Allah lewat doa, misa, sabda-Nya, maupun perbuatan kasih. Pertanyaannya, apakah kita siap hadir dengan hati terbuka, atau kita menolak karena sibuk dengan urusan duniawi? Marilah kita belajar untuk merespons undangan Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan mengenakan pakaian pesta berupa iman, kasih, serta pertobatan. Dengan demikian, kita layak ikut serta dalam perjamuan sukacita Kerajaan Allah.

Merry Bidho
Mahasiswi STIPAR Ende


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA MEREKA TIDAK BERPUASA ?

Bacaan Injil Hari Jumat, 24 Februari 2023 Matius, 9 : 14 - 15 Bacaan hari ini, tentu membuat kita terkejut dengan jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid Yohanes soal murid-murid-Nya yang tidak berpuasa padahal hari itu seharusnya berpuasa menurut hukum taurat. Menurut hukum taurat bahwa ada hari dimana yang dinamakan hari Raya perdamaian maka semua orang Yahudi harus berpuasa. ( Im. 16:29; 23: 27-32 ). Menarik dalam perikop ini dikatakan juga " Orang Farisi " ( ay. 14).  Siapa itu orang Farisi, kita semua tentu tahu. Pertanyaan murid-murid Yohanes mengingatkan kita semua, bacaan yang diwartakan saat Hari Rabu Abu tentang sikap berpuasa. " Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu (Mat. 6:16-17). " Dengan kata lain dalam kaitan dengan perikop bacaan hari ini, kalau kita berpuasa janganlah kita mengatakan bahwa " saya lagi berpuasa " kenapa kamu tidak ? Jawaban Yesus pada perikop ini hendak membuka mata murid-murid Yohanes bahwa yang lebih utama d...

SETIAP PENGORBANAN UNTUK TUHAN AKAN DIHARGAI

Bacaan Injil Selasa, 30 Mei 2023 Markus, 10:28-31 Bacaan hari ini adalah kelanjutan dari perikop sebelumnya tentang Orang kaya sukar masuk Surga.  ( Mrk. 17:1-27 ) Dimana seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal. Semua perintah Allah telah dituruti. Namun saat dimana Yesus meminta untuk menjual seluruh harta dan berilah kepada orang miskin dan setelah itu mengikuti Dia, namun sayang orang kaya itu pergi dengan sedih karena hartanya banyak. Ia tidak dapat melakukannya. Bila si orang kaya tidak bersedia melepas hartanya untuk mengikut Yesus, maka para murid telah meninggalkan segala sesuatu demi Yesus. Lalu adakah keuntungan bagi para murid yang telah melakukan semua itu? Yesus menjelaskan bahwa segala pengorbanan bagi Tuhan akan dihargai ( ayat 30  ). Mereka yang harus kehilangan sesuatu karena mengikut Kristus, akan menerima balasan berlipat kali ganda sebagai ganti dari semua kehilangan yang diderita. Meski yang kehilangan bersifat fisik atau materi, tetapi kita be...

Kesetiaan dan Pengorbanan

                                  Sabtu, 13 Juli 2024                                        Matius, 10:24-33 Matius 10:24-33 berisi ajaran Yesus kepada para murid-Nya tentang pengorbanan dan kesetiaan dalam mengikuti-Nya. Dalam ayat ini, Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka tidak akan lebih besar dari guru mereka dan bahwa mereka harus siap menghadapi kesulitan dan penolakan karena iman mereka. Yesus juga menekankan pentingnya kesetiaan kepada-Nya meskipun dihadapkan pada tekanan dan penganiayaan.   Ayat-ayat ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam iman, meskipun menghadapi rintangan dan penolakan dari dunia. Kesetiaan kepada Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita, bahkan jika itu berarti menghadapi penderitaan atau kehilan...