Dalam injil Yohanes 1: 47-51 menceritakan tentang perjumpaan antara Yesus dan Natanael. Ketika Natanael datang Yesus berkata kepadanya lihat inilah seorang israel sejati. Yesus mengetahui hal itu ketika Natanael sedang duduk di bawah pohon ara. Karena Yesus melihat Natanael bukan hanya sebagai seorang yang sedang duduk di bawah pohon ara, tetapi sebagai pribadi yang jujur dan tulus hati. Ini adalah pelajaran penting bagi kita: seringkali kita terlalu cepat menilai orang lain berdasarkan penampilan atau prasangka. Tetapi dalam injil Yohanes ini, Yesus mengajak kita untuk melihat lebih dalam, mencari potensi kebaikan yang tersembunyi dalam diri setiap orang. Baik itu ditempat kerja, di rumah, maupun di masyarakat, berilah kesempatan kepada orang lain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Jangan biarkan prasangka menghalangi kita untuk melihat potensi luar biasa yang mungkin ada di sekitar kita.
Luk 10:21-24 ' 'Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.'' Yesus bersukacita karena Bapa menyatakan kebenaran kepada “orang kecil” mereka yang berhati sederhana dan mau menerima. Pada ayat ini mengingatkan kita semua bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan atau kepintaran, tetapi Tuhan mencari hati yang rendah dan terbuka. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering melewati tanda-tanda kebaikan Tuhan karena terlalu sibuk atau merasa mampu sendiri. Namun, saat kita merendahkan hati, belajar percaya, dan melihat hidup dengan kesederhanaan, kita mulai menyadari bahwa Tuhan hadir dalam hal-hal kecil: dalam pertolongan orang lain, kedamaian di tengah masalah, dan kekuatan untuk melanjutkan langkah. Hati yang sederhana membuat kita mampu melihat Tuhan bekerja dalam hidup kita setiap h...

Komentar
Posting Komentar