Langsung ke konten utama

ALLAH YANG TIDAK PERNAH LELAH MENCARI DAN MENGASIHI MANUSIA

 Dalam Lukas 15:1–10, Yesus menceritakan dua perumpamaan: domba yang hilang dan dirham yang hilang. Kedua kisah ini menggambarkan kasih Allah yang begitu besar terhadap setiap orang berdosa. Ia tidak pernah berhenti mencari hingga yang hilang itu ditemukan. Ketika satu orang berdosa lalu bertobat, surga sangat bersukacita. Melalui perumpamaan ini, Yesus ingin menegaskan bahwa bagi Allah, setiap pribadi sangat berharga, tidak ada yang terlalu jauh untuk diselamatkan. Kasih dan kerinduan Allah untuk memulihkan hubungan dengan manusia jauh melampaui batas-batas logika manusia. Ia mencari, menunggu, dan bersukacita ketika kita kembali kepada-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa tidak layak, tersesat, atau jauh dari Tuhan karena kesalahan dan dosa. Namun, firman ini mengingatkan bahwa Allah tidak pernah menyerah mencari kita. Ia selalu membuka tangan-Nya untuk menerima kita kembali dengan kasih. Sama seperti gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan domba demi mencari satu yang hilang, demikian pula Tuhan memandang kita sebagai pribadi yang berharga. Karena itu, kita pun diajak untuk memiliki hati seperti Allah tidak cepat menghakimi, tetapi mau mencari, mengasihi, dan memulihkan mereka yang tersesat di sekitar kita.

Merry Bidho/Mahasiswi Stipar Ende

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA MEREKA TIDAK BERPUASA ?

Bacaan Injil Hari Jumat, 24 Februari 2023 Matius, 9 : 14 - 15 Bacaan hari ini, tentu membuat kita terkejut dengan jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid Yohanes soal murid-murid-Nya yang tidak berpuasa padahal hari itu seharusnya berpuasa menurut hukum taurat. Menurut hukum taurat bahwa ada hari dimana yang dinamakan hari Raya perdamaian maka semua orang Yahudi harus berpuasa. ( Im. 16:29; 23: 27-32 ). Menarik dalam perikop ini dikatakan juga " Orang Farisi " ( ay. 14).  Siapa itu orang Farisi, kita semua tentu tahu. Pertanyaan murid-murid Yohanes mengingatkan kita semua, bacaan yang diwartakan saat Hari Rabu Abu tentang sikap berpuasa. " Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu (Mat. 6:16-17). " Dengan kata lain dalam kaitan dengan perikop bacaan hari ini, kalau kita berpuasa janganlah kita mengatakan bahwa " saya lagi berpuasa " kenapa kamu tidak ? Jawaban Yesus pada perikop ini hendak membuka mata murid-murid Yohanes bahwa yang lebih utama d...

SETIAP PENGORBANAN UNTUK TUHAN AKAN DIHARGAI

Bacaan Injil Selasa, 30 Mei 2023 Markus, 10:28-31 Bacaan hari ini adalah kelanjutan dari perikop sebelumnya tentang Orang kaya sukar masuk Surga.  ( Mrk. 17:1-27 ) Dimana seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal. Semua perintah Allah telah dituruti. Namun saat dimana Yesus meminta untuk menjual seluruh harta dan berilah kepada orang miskin dan setelah itu mengikuti Dia, namun sayang orang kaya itu pergi dengan sedih karena hartanya banyak. Ia tidak dapat melakukannya. Bila si orang kaya tidak bersedia melepas hartanya untuk mengikut Yesus, maka para murid telah meninggalkan segala sesuatu demi Yesus. Lalu adakah keuntungan bagi para murid yang telah melakukan semua itu? Yesus menjelaskan bahwa segala pengorbanan bagi Tuhan akan dihargai ( ayat 30  ). Mereka yang harus kehilangan sesuatu karena mengikut Kristus, akan menerima balasan berlipat kali ganda sebagai ganti dari semua kehilangan yang diderita. Meski yang kehilangan bersifat fisik atau materi, tetapi kita be...

Kesetiaan dan Pengorbanan

                                  Sabtu, 13 Juli 2024                                        Matius, 10:24-33 Matius 10:24-33 berisi ajaran Yesus kepada para murid-Nya tentang pengorbanan dan kesetiaan dalam mengikuti-Nya. Dalam ayat ini, Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka tidak akan lebih besar dari guru mereka dan bahwa mereka harus siap menghadapi kesulitan dan penolakan karena iman mereka. Yesus juga menekankan pentingnya kesetiaan kepada-Nya meskipun dihadapkan pada tekanan dan penganiayaan.   Ayat-ayat ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam iman, meskipun menghadapi rintangan dan penolakan dari dunia. Kesetiaan kepada Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita, bahkan jika itu berarti menghadapi penderitaan atau kehilan...